• Wed. Feb 28th, 2024

Olahraga Bulu Tangkis – Bulu tangkis, juga dikenal dengan nama badminton atau tepuk bulu, merupakan suatu olahraga yang melibatkan penggunaan raket berbentuk bulat dengan rongga-rongga pada bagian pemukulnya dan memiliki gagang. Dalam olahraga ini, dua orang bermain dalam kategori tunggal atau dua pasangan bermain dalam kategori ganda, dan mereka saling berlawanan.

Bulu tangkis memiliki tujuan yang mirip dengan tenis, yaitu memukul bola permainan bulu tangkis, yang disebut kok, agar melewati jaring dan jatuh di area permainan lawan yang telah ditentukan, sambil berusaha mencegah lawan melakukan

Sejarah

Olahraga yang menggunakan kok dan raket ini kemungkinan telah berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun yang lalu. Namun, olahraga ini juga disebut-sebut berasal dari India dan Republik Rakyat Tiongkok.

Di Republik Rakyat Tiongkok, terdapat suatu permainan yang disebut Jianzi yang melibatkan penggunaan kok, tetapi tidak menggunakan raket. Sebaliknya, kok tersebut dimanipulasi dengan menggunakan kaki. Tujuan dari permainan ini adalah menjaga agar kok tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Olahraga bulu tangkis kompetitif dikembangkan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 ketika mereka menambahkan jaring dan memainkannya dalam bentuk pertandingan. Karena kota Pune sebelumnya dikenal sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenal sebagai Poona pada saat itu.

Pada tahun 1850-an, para tentara membawa permainan tersebut kembali ke Inggris. Nama olahraga ini kemudian diberikan pada tahun 1860 dalam sebuah pamflet yang ditulis oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, yang berjudul “Badminton Battledore – a new game” (“Battledore bulu tangkis – sebuah permainan baru”). Pamflet tersebut menggambarkan permainan ini dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), sebuah properti milik Duke of Beaufort di Gloucestershire, Inggris.

Pada tahun 1877, Klub Badminton Bath menyusun rancangan peraturan pertama untuk olahraga ini. Kemudian, pada tahun 1893, dibentuklah Asosiasi Bulu Tangkis Inggris. Pada tahun 1899, Kejuaraan All England digelar sebagai kejuaraan internasional pertama dalam olahraga ini.

Bulu tangkis telah menjadi olahraga yang populer di seluruh dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi dalam hal prestasi dan popularitas dalam olahraga ini. Selain itu, olahraga ini juga memiliki penggemar yang cukup besar di negara-negara Skandinavia.

Laga
Berikut adalah lima kategori pertandingan yang umum dalam bulu tangkis:

1. Tunggal putra
2. Tunggal putri
3. Ganda putra
4. Ganda putri
5. Ganda campuran

Lapangan dan jaring dalam bulu tangkis memiliki beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Lapangan bulu tangkis memiliki bentuk persegi panjang dan memiliki ukuran yang sesuai dengan gambar yang ditampilkan. Garis-garis pada lapangan memiliki ketebalan 40 mm dan harus memiliki warna kontras yang jelas dengan warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis-garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan direkomendasikan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yang lembut, sedangkan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetis yang keras sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan cedera pada pemain. Di tengah lapangan, terdapat jaring setinggi 1,55 m. Jaring tersebut harus memiliki warna gelap, kecuali bibir jaring yang memiliki ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

Perlengkapan

  • Raket

Dalam perkembangannya, raket bulu tangkis telah mengalami perubahan dalam bahan pembuatannya. Awalnya, raket dibuat secara tradisional dari kayu. Kemudian, aluminium atau logam ringan lainnya menjadi pilihan bahan yang digunakan. Saat ini, hampir semua raket bulu tangkis yang digunakan oleh para pemain profesional terbuat dari komposit serat karbon, yang merupakan jenis plastik yang diperkuat dengan serat karbon. Serat karbon memiliki kekuatan yang tinggi dalam perbandingan beratnya, memberikan kekakuan yang baik, dan mampu mengalirkan energi kinetik dengan efisien. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa model raket rendah yang menggunakan baja atau aluminium, baik secara keseluruhan atau sebagian, sebagai bahan pembuatannya.

  • Senar

Salah satu aspek yang sangat diperhatikan dalam bulu tangkis adalah jenis senar yang digunakan. Setiap jenis senar memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Keawetan senar umumnya bervariasi tergantung pada kinerjanya. Sebagian besar senar memiliki ketebalan sekitar 21 ukuran dan diikat dengan ketegangan antara 18 hingga 30+ lb. Preferensi pribadi pemain juga memainkan peran penting dalam pemilihan senar.

  • Kok

Kok adalah bola yang digunakan dalam permainan bulu tangkis. Bola ini terbuat dari serangkaian bulu angsa yang disusun membentuk sebuah kerucut terbuka, dengan pangkalnya yang terbuat dari gabus dan berbentuk setengah bola. Selain itu, dalam latihan atau pertandingan yang tidak resmi, sering juga digunakan bola kok berbahan plastik.’

  • Sepatu

Dalam bulu tangkis, kecepatan pergerakan di sepanjang lapangan sangat penting, oleh karena itu para pemain memerlukan sepatu yang memberikan cengkeraman maksimal pada lantai. Sepatu bulu tangkis biasanya dilengkapi dengan sol karet yang memberikan cengkeraman yang baik, dinding sisi yang tahan lama untuk menahan tekanan saat tarik-menarik, dan teknologi penyerap goncangan untuk melompat. Olahraga bulu tangkis dapat menimbulkan stres yang cukup besar pada lutut dan pergelangan kaki, oleh karena itu sepatu bulu tangkis dirancang untuk memberikan dukungan dan perlindungan yang diperlukan pada area tersebut.

Memainkan bulu tangkis

Setiap pemain atau pasangan dalam bulu tangkis berada di sisi yang berlawanan di seberang jaring di lapangan.

Pertandingan dimulai ketika salah satu pemain melakukan servis.

Tujuan permainan adalah memukul kok menggunakan raket dan mengirimkannya melewati jaring ke wilayah lawan, sehingga lawan tidak dapat mengembalikannya. Area permainan memiliki perbedaan antara partai tunggal dan partai ganda. Jika kok jatuh di luar area tersebut, maka dianggap “keluar”.

Setiap kali seorang pemain atau pasangan tidak dapat mengembalikan kok (misalnya kok tersangkut di jaring atau keluar dari lapangan), lawan akan mendapatkan poin.

Pertandingan berakhir ketika salah satu pemain atau pasangan mencapai jumlah poin tertentu.