• Wed. Feb 21st, 2024

Olahraga Berenang – Berenang adalah aktivitas yang melibatkan gerakan di dalam air. Umumnya, berenang dilakukan tanpa menggunakan peralatan buatan. Kegiatan ini bisa digunakan sebagai sarana rekreasi maupun olahraga. Berenang digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain di dalam air, mencari ikan, mandi, atau sebagai bagian dari aktivitas olahraga air.

Berenang memiliki banyak manfaat sebagai sarana pendidikan, rekreasi yang sehat, meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri, serta dapat berfungsi sebagai terapi yang direkomendasikan oleh dokter. Selain itu, berenang juga penting untuk keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan berenang untuk tujuan rekreasi dan kompetisi biasanya dilakukan di kolam renang. Selain itu, manusia juga bisa berenang di sungai, danau, atau laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang melibatkan hampir semua otot tubuh, sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Ukuran kolam renang standar meliputi lebar jalur kolam sebesar 2,25 meter, jarak antara tolakan berenang sekitar ± 1,50 meter, panjang kolam untuk melakukan empat tolakan renang adalah 8 meter, dan kedalaman air yang disarankan mencapai setinggi dagu bagi orang dewasa, bukan anak-anak. Perlu dicatat bahwa kedalaman bak kolam dapat berbeda dengan kedalaman air di dalamnya.

Daftar bahan yang umum digunakan dalam pembuatan kolam renang:

1. Bak poliester: Jarang digunakan, terutama pada bak-bak yang langsung terpasang dan berukuran kecil. Namun, bak poliester umumnya kurang kuat.

2. Bak beton: Bahan ini sering digunakan dalam pembuatan kolam renang. Bak beton biasanya tidak dicat dan memiliki sifat kedap air. Untuk meningkatkan penampilannya, sering dilapisi dengan keramik, gelas mosaik, atau batu alam. Penggunaan batu alam memberikan kesan alami pada kolam renang.

Harap dicatat bahwa ini hanyalah beberapa bahan umum yang digunakan dalam pembuatan kolam renang, dan terdapat variasi lainnya tergantung pada preferensi dan kebutuhan masing-masing pemilik kolam.

Sejarah

Sejak zaman prasejarah, manusia telah mampu berenang. Bukti tertua mengenai kegiatan berenang dapat ditemukan dalam lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu yang ditemukan di “gua perenang” dekat Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua tentang berenang berasal dari sekitar tahun 2000 SM. Beberapa dokumen kuno yang menyebutkan tentang berenang termasuk Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan berbagai hikayat lainnya.

Saat itu, orang Yunani dan Romawi menganggap berenang sebagai keterampilan vital dalam militer. Para tentara diharuskan mahir berenang dan menjadi perenang yang tangguh. Bukti lain tentang aktivitas renang dapat ditemukan dalam relief-relief Assyiria yang kemungkinan dibuat sekitar 3000 tahun yang lalu. Relief tersebut menggambarkan seorang tentara sedang berenang dengan gaya yang mirip dengan gaya renang modern yang ada saat ini.

Di Jepang, kemampuan berenang merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat bahwa pertandingan renang pertama di Jepang diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada tahun 36 SM. Pada abad pertengahan, berenang termasuk dalam tujuh kemampuan yang harus dikuasai oleh para ksatria, termasuk berenang dengan membawa senjata. Kemampuan berenang ini disandingkan dengan kemahiran bersyair, bermain catur, menunggang kuda, memanah, bermain anggar, dan berburu.

Pada tahun 1538, seorang profesor bahasa Jerman bernama Nikolaus Wynmann menulis buku pertama tentang renang yang berjudul “Perenang” atau “Dialog mengenai Seni Berenang” (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst). Buku ini membantu mempopulerkan dan memperkenalkan olahraga renang kepada banyak orang. Masyarakat modern pertama yang mengembangkan renang sebagai olahraga adalah Britania Raya, dan pada abad ke-19, kompetisi renang mulai diadakan di London dengan menggunakan enam kolam buatan manusia.

Di Eropa, perlombaan renang mulai muncul sekitar tahun 1800 setelah pembangunan kolam renang. Pada saat itu, gaya renang yang dominan adalah gaya dada. Pada tahun 1873, seorang perenang bernama John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya renang yang disebut “rangkak depan” atau “gaya Trudgen” dalam kompetisi renang di dunia Barat. Trudgen mengadopsi teknik ini dari gaya renang bebas yang dipraktikkan oleh suku Indian di Amerika Selatan.

Renang menjadi salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896, dengan nomor lomba yang dilombakan adalah gaya dada dan gaya bebas. Pada tahun 1900, gaya punggung juga ditambahkan sebagai nomor baru dalam kompetisi renang Olimpiade. Pada tahun 1908, dibentuklah Fédération Internationale de Natation (FINA), yang merupakan organisasi dunia yang mengatur olahraga renang.Gaya renang kupu-kupu, yang awalnya merupakan variasi dari gaya dada, akhirnya diterima sebagai gaya renang tersendiri pada tahun 1952.

Teknik dan gaya renang
Ada beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum mempelajari teknik renang yang baik dan benar. Salah satunya adalah tahapan latihan gerakan di air dan permainan air. Sebelum mempelajari gaya renang, penting untuk memberikan kesempatan kepada seseorang untuk beradaptasi dengan air, karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam berinteraksi dengan air. Ada beberapa materi yang perlu diberikan dalam pengenalan air, seperti latihan gerakan di air, belajar bernapas, belajar mengapung, belajar meluncur, dan bermain di air.

Dalam renang rekreasi, orang dapat menggunakan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas, dan gaya kupu-kupu. Namun, dalam perlombaan renang, gaya yang dilombakan adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Peraturan internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor gaya bebas. Namun, sebagian besar perenang menggunakan gaya krol (front crawl) dalam nomor renang gaya bebas, sehingga gaya krol menjadi gaya yang umum digunakan oleh perenang dalam nomor tersebut.

Gaya bebas
Gaya bebas adalah salah satu gaya renang yang paling awal muncul dalam perkembangan renang dunia. Gaya ini menyerupai cara berenang binatang dan sering disebut juga sebagai gaya krol atau merangkak. Gaya bebas telah dilakukan sekitar 1000 tahun sebelum Masehi di Assyiria, dan sekitar 750 tahun sebelum Masehi di Yunani.

Dalam gaya bebas, perenang berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Saat berenang gaya bebas, wajah perenang menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, tubuh menjadi miring, dan kepala berpaling ke samping. Perenang dapat memilih untuk mengambil napas dengan menoleh ke kiri atau ke kanan. Gaya bebas memungkinkan tubuh perenang bergerak lebih cepat di dalam air dibandingkan dengan gaya renang lainnya.

Gaya bebas merupakan gaya renang yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Dalam gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai gerakan yang memungkinkan mereka melaju di dalam air. Oleh karena itu, gerakan dalam gaya bebas dapat digunakan oleh perenang yang sudah berpengalaman maupun oleh pemula.

Gaya dada
Gaya dada merupakan gaya renang yang sangat populer dalam kegiatan renang rekreasi. Dalam gaya dada, posisi tubuh tetap stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada, juga dikenal sebagai gaya katak, melibatkan berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Namun, gaya dada berbeda dengan gaya bebas dalam hal tubuh selalu berada dalam posisi tetap. Kedua kaki menendang ke arah luar sementara kedua tangan diluruskan di depan. Kedua tangan kemudian dibuka ke samping dalam gerakan yang mirip dengan membelah air, sehingga memungkinkan badan untuk maju lebih cepat ke depan. Gerakan dalam gaya dada meniru gerakan katak sedang berenang, itulah sebabnya disebut sebagai gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu gerakan tangan-kaki atau dua gerakan tangan-kaki.

Gaya punggung
Ketika berenang gaya punggung, seseorang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air, sehingga memudahkan perenang untuk mengambil napas. Namun, perenang hanya dapat melihat ke atas dan tidak dapat melihat ke depan. Dalam perlombaan, perenang menggunakan perkiraan jumlah gerakan untuk memperkirakan jarak dinding kolam.

Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki mirip dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh terlentang di permukaan air. Kedua tangan digerakkan bergantian menuju pinggang dalam gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air, memungkinkan perenang untuk mengambil atau membuang napas melalui mulut atau hidung.

Dalam perlombaan, gaya punggung memiliki perbedaan dalam sikap start dibandingkan dengan gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu. Perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam dengan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang besi pegangan di dinding kolam, sementara kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan dan kedua telapak kaki bertumpu di dinding kolam.

Gaya punggung telah dikenal sejak zaman kuno dan pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900. Gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.