• Wed. Jun 19th, 2024

2 Prinsip Dasar yang Melahirkan Ilmu Ekonomi – Ilmu ekonomi merupakan ilmu sosial yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam pengembangannya, ilmu ekonomi mempunyai dua prinsip dasar yang menjadi landasan bagi disiplin ilmu ini. Dua prinsip dasar tersebut adalah prinsip kesempatan (opportunity cost) dan prinsip kelebihan (marginal principle).

1. Prinsip Kesempatan (Opportunity Cost)

Prinsip kesempatan merupakan konsep dasar dalam ilmu ekonomi yang menjelaskan tentang kerugian yang dihadapi seseorang atau masyarakat ketika harus memilih antara dua atau lebih alternatif yang tersedia. Setiap kali seseorang harus memilih antara dua atau lebih alternatif, maka ia harus mempertimbangkan biaya kesempatan (opportunity cost) dari pilihan tersebut. Biaya kesempatan adalah nilai terbaik dari alternatif yang diabaikan ketika memilih suatu alternatif. Dengan kata lain, biaya kesempatan adalah pengorbanan yang harus dilakukan ketika memilih suatu alternatif, yaitu memperoleh satu hal dengan mengorbankan yang lain.

Contohnya, seseorang memiliki uang sebesar Rp 100.000 dan harus memilih antara membeli sebuah buku atau membeli sebuah CD musik. Jika ia memilih untuk membeli buku, maka biaya kesempatan yang harus ditanggungnya adalah uang sebesar Rp 100.000 yang bisa ia gunakan untuk membeli CD musik. Sebaliknya, jika ia memilih untuk membeli CD musik, maka biaya kesempatan yang harus ditanggungnya adalah tidak bisa membaca buku yang sebenarnya ia inginkan. Dalam hal ini, biaya kesempatan dari membeli buku atau CD musik tergantung pada nilai terbaik dari alternatif yang diabaikan.

Prinsip kesempatan sangat penting dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi. Kita harus mempertimbangkan biaya kesempatan ketika memilih suatu alternatif agar dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari penggunaan sumber daya yang terbatas.

2. Prinsip Kelebihan (Marginal Principle)

Prinsip kelebihan merupakan konsep dasar dalam ilmu ekonomi yang menjelaskan tentang keputusan yang diambil oleh seseorang atau masyarakat berdasarkan pada kelebihan manfaat yang diperoleh dari suatu alternatif yang ditambah atau dikurangi. Dalam prinsip kelebihan, keputusan yang diambil berdasarkan pada perbandingan antara manfaat tambahan dan biaya tambahan (keuntungan dan kerugian tambahan) dari suatu alternatif.

Contohnya, seseorang memiliki uang sebesar Rp 100.000 dan ingin membeli buku. Dia sudah memilih buku yang ingin dibeli seharga Rp 50.000. Namun, ia melihat sebuah buku yang lain yang juga menarik perhatiannya dengan harga Rp 60.000. Dalam hal ini, prinsip kelebihan akan membantu seseorang untuk memutuskan apakah ia akan membeli buku yang baru tersebut atau tidak.

Jika seseorang memutuskan untuk membeli buku yang baru, maka ia harus mempertimbangkan manfaat tambahan yang akan diperolehnya dari buku tersebut (mungkin pengetahuan baru, hiburan atau kesenangan membaca) dan biaya tambahan yang harus ditanggungnya (yaitu harga buku tersebut). Jika manfaat tambahan dari buku baru tersebut lebih besar daripada biaya tambahan yang harus ditanggung, maka seseorang akan membeli buku baru tersebut.

Prinsip kelebihan sangat penting dalam analisis ekonomi dan pengambilan keputusan. Konsep ini membantu kita untuk memahami bagaimana manusia membuat keputusan dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Prinsip kelebihan juga digunakan dalam analisis produksi dan konsumsi, investasi, dan kebijakan ekonomi.

Dalam analisis produksi, prinsip kelebihan digunakan untuk memutuskan jumlah produksi yang optimal. Produsen akan terus meningkatkan produksi sampai manfaat tambahan dari produksi tersebut sama dengan biaya tambahan dari produksi tersebut. Dalam konsumsi, prinsip kelebihan digunakan untuk menentukan jumlah optimal dari suatu barang atau jasa yang akan dikonsumsi oleh konsumen.

Dalam investasi, prinsip kelebihan digunakan untuk memutuskan apakah investasi tersebut layak atau tidak. Jika manfaat tambahan dari investasi tersebut lebih besar daripada biaya tambahan yang harus ditanggung, maka investasi tersebut layak dilakukan. Sedangkan dalam kebijakan ekonomi, prinsip kelebihan digunakan untuk memutuskan apakah kebijakan ekonomi tersebut efektif atau tidak. Jika manfaat tambahan dari kebijakan ekonomi tersebut lebih besar daripada biaya tambahan yang harus ditanggung, maka kebijakan ekonomi tersebut efektif.

Kesimpulan

Dua prinsip dasar dalam ilmu ekonomi, yaitu prinsip kesempatan dan prinsip kelebihan, membantu kita untuk memahami bagaimana manusia membuat keputusan dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Prinsip kesempatan menjelaskan tentang pengorbanan yang harus dilakukan ketika memilih suatu alternatif, sedangkan prinsip kelebihan menjelaskan tentang keputusan yang diambil berdasarkan pada perbandingan antara manfaat tambahan dan biaya tambahan dari suatu alternatif.

Dalam pengembangan ilmu ekonomi, dua prinsip dasar ini telah membantu kita untuk memahami bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya melalui keputusan ekonomi yang diambil. Dalam analisis ekonomi, prinsip kesempatan dan prinsip kelebihan digunakan untuk memahami mengapa manusia memilih suatu alternatif dan bagaimana keputusan ekonomi tersebut mempengaruhi produksi, konsumsi, investasi, dan kebijakan ekonomi.

Dalam kehidupan sehari-hari, kedua prinsip dasar ini dapat membantu kita untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih antara dua atau lebih alternatif. Prinsip kesempatan dapat membantu kita untuk mempertimbangkan pengorbanan yang harus dilakukan ketika memilih suatu alternatif, sehingga kita dapat memilih alternatif yang paling menguntungkan. Sedangkan prinsip kelebihan dapat membantu kita untuk mempertimbangkan manfaat tambahan dan biaya tambahan dari suatu alternatif, sehingga kita dapat memilih alternatif yang memberikan manfaat tambahan yang lebih besar daripada biaya tambahan yang harus ditanggung.

Dengan memahami prinsip dasar ini, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam mengalokasikan sumber daya kita, baik itu dalam memilih barang atau jasa yang akan dikonsumsi, memutuskan jumlah produksi yang optimal, memutuskan investasi yang layak, atau memutuskan kebijakan ekonomi yang efektif. Selain itu, prinsip kesempatan dan prinsip kelebihan juga membantu kita untuk memahami bagaimana keputusan ekonomi yang kita ambil dapat mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.